Mengenal Obat Berbentuk Tablet

Dunia kesehatan tidak lepas dari obat-obatan. Mereka yang sakit meski segera mendapatkan pelayanan medis. Satu contoh diantara bentuk pelayanan medis tersebut yakni dibawa orang sakit itu ke klinik dan di sana kemudian diberi resep obat oleh sang dokter.

Salah satu bidang kesehatan yang membahas lengkap terkait obat ialah farmasi. Orang-orang yang bekerja di bidang farmasi biasa disebut ahli farmasi. Mereka semua yang menjadi ahli farmasi ini juga memiliki organisasi. Layaknya sebagaimana profesi yang lainnya.

pafikabaru.org contoh dari alamat web organisasi PAFI atau Persatuan Ahli Farmasi Indonesia. Tetapi web tersebut alamat pengurus daerah dari PAFI. Para ahli farmasi tentu sangat mengenal berbagai bentuk obat yang ada. Termasuk diantaranya obat berbentuk tablet.

Obat berbentuk tablet adalah salah satu bentuk sediaan obat yang paling umum dan luas digunakan di dunia medis. Tablet dibuat dengan cara memadatkan bahan aktif obat dan bahan tambahan ke dalam bentuk padat yang mudah dikonsumsi.

Kali ini kita akan membahas secara rinci tentang tablet obat, termasuk jenis-jenisnya, kelebihan dan kekurangan, serta cara penggunaannya. Selamat menyimaknya berikut ini.

Jenis-Jenis Tablet Obat


Tablet obat dapat dibedakan berdasarkan beberapa kriteria, di antaranya:

  1. Berdasarkan Cara Pelepasan Obat
    – Tablet Pelepasan Segera (Immediate Release Tablets): Dirancang untuk melepaskan bahan aktif dengan cepat setelah dikonsumsi.
    – Tablet Pelepasan Terkontrol (Controlled Release Tablets): Melepaskan bahan aktif secara bertahap dalam jangka waktu tertentu.
    – Tablet Pelepasan Terlambat (Delayed Release Tablets): Dirancang untuk melewati lambung dan melepaskan bahan aktif di usus.
  2. Berdasarkan Fungsi Khusus
    – Tablet Effervescent: Tablet yang dilarutkan dalam air sebelum dikonsumsi, menghasilkan larutan yang mudah diminum.
    – Tablet Kunyah (Chewable Tablets): Dirancang untuk dikunyah sebelum ditelan, cocok untuk anak-anak atau orang yang kesulitan menelan.
    – Tablet Sublingual dan Buccal: Diletakkan di bawah lidah (sublingual) atau di antara gusi dan pipi (buccal) untuk penyerapan cepat melalui membran mukosa mulut.
  3. Berdasarkan Lapisan Tablet
    – Tablet Berlapis (Coated Tablets): Memiliki lapisan luar yang dapat membantu melindungi bahan aktif dari lingkungan luar atau mengontrol pelepasan obat.
    – Tablet Tidak Berlapis (Uncoated Tablets): Tidak memiliki lapisan luar tambahan, biasanya lebih mudah larut.

Kelebihan dan Kekurangan Tablet Obat

Kelebihan

Stabilitas
Tablet memiliki stabilitas yang baik dan umur simpan yang lebih lama dibandingkan dengan bentuk sediaan lain.
Dosis Akurat
Memungkinkan pemberian dosis yang akurat dan konsisten.
Praktis
Mudah dibawa dan dikonsumsi kapan saja dan di mana saja.
Berbagai Macam Pilihan
Ada banyak pilihan tablet dengan berbagai bentuk, warna, dan rasa yang menarik.

Kekurangan

Kesulitan Menelan
Beberapa orang, terutama anak-anak dan lansia, mungkin kesulitan menelan tablet.
Iritasi Saluran Cerna
Tablet tertentu dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan.
Penyesuaian Dosis
Tablet dengan dosis tetap sulit disesuaikan jika diperlukan perubahan dosis yang sangat spesifik.

Cara Penggunaan Tablet yang Benar

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari tablet obat dan mengurangi risiko efek samping, berikut adalah beberapa panduan penggunaannya:
Ikuti Instruksi Dokter
Pastikan selalu konsumsi tablet sesuai dengan resep dan petunjuk dokter.
Minum dengan Air
Gunakan air putih untuk menelan tablet, hindari minuman lain seperti susu atau jus yang bisa mempengaruhi penyerapan obat.
Jangan Menghancurkan atau Mengunyah Tablet yang Tidak Dirancang untuk Itu
Beberapa tablet memiliki lapisan khusus atau bentuk pelepasan yang dirancang untuk menelan langsung. Menghancurkan atau mengunyahnya bisa mengubah efek obat.
Waktu Konsumsi yang Tepat
Beberapa obat perlu diminum pada waktu tertentu, misalnya sebelum makan atau sebelum tidur. Pastikan untuk mengikuti petunjuk tersebut.
Simpan dengan Benar
Simpan tablet di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari jangkauan anak-anak.

Obat berbentuk tablet adalah bentuk sediaan obat yang sangat praktis dan efektif, namun penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk agar mendapatkan hasil yang optimal. Dengan memahami jenis-jenis tablet, kelebihan dan kekurangannya, serta cara penggunaannya yang benar, kita dapat memaksimalkan manfaat kesehatan yang diberikan oleh obat tersebut. Selalu konsultasikan dengan tenaga ahli farmasi sebelum memulai atau menghentikan penggunaan obat apa pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *